Artikel

Anak Tiba-tiba Panas Tinggi? Jangan Panik, Lakukan Ini!

Penanganan Awal saat Anak Tiba-tiba Panas Tinggi di Rumah

Ketika anak tiba-tiba panas tinggi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua sebagai penanganan awal di rumah:

  • Berikan Cukup Minum: Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Bisa berupa air putih, ASI, jus buah encer, atau sup bening.
  • Kompres Air Hangat: Kompres dahi, ketiak, atau selangkangan anak dengan handuk yang dibasahi air hangat. Hindari penggunaan air dingin karena dapat memicu menggigil.
  • Jaga Suhu Kamar Sejuk: Pastikan sirkulasi udara di kamar baik dan suhu ruangan nyaman, tidak terlalu panas atau dingin.
  • Berikan Makanan Bergizi: Meski nafsu makan menurun, usahakan anak tetap mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan kaya nutrisi untuk mendukung proses pemulihan.
  • Pakaian Tipis: Kenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat agar panas tubuh dapat keluar dengan baik.
  • Berikan Obat Penurun Panas: Sesuai anjuran dokter atau petunjuk pada kemasan, berikan parasetamol atau ibuprofen khusus anak untuk meredakan demam dan ketidaknyamanan.

Kapan Harus ke Dokter Jika Anak Demam Tinggi?

Meskipun demam seringkali dapat ditangani di rumah, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis segera. Jangan ragu untuk membawa anak ke dokter jika:

  • Suhu tubuh anak mencapai atau di atas 39°C.
  • Anak terlihat sangat lemas, tidak merespons, atau terlihat tidak nyaman secara signifikan.
  • Terdapat gejala lain yang mengkhawatirkan seperti kejang, ruam yang tidak biasa, kulit tampak pucat atau kebiruan, atau kesulitan bernapas.
  • Demam terjadi pada bayi di bawah 3 bulan.
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Anak terlihat sangat sakit meskipun demamnya sudah turun.
  • Ada tanda-tanda dehidrasi berat seperti mata cekung, kulit kering, atau sangat sedikit buang air kecil.

Pencegahan Demam pada Anak

Meskipun tidak semua demam dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko anak mengalami demam tinggi akibat infeksi:

  • Pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal yang direkomendasikan.
  • Ajarkan kebiasaan mencuci tangan yang baik dan rutin, terutama setelah bermain dan sebelum makan.
  • Hindari kontak anak dengan orang yang sedang sakit, terutama infeksi menular.
  • Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup dan gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah dan perhatikan kualitas udara.

Sumber: halodoc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *