Next post

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Vitamin bagi Ibu Hamil
Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Penyebab dan Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari
Melihat bayi rewel di malam hari pasti bikin khawatir ya, Bu? Namun, jangan panik jika ini terjadi pada si Kecil. Rewel pada bayi sebelum tidur sebenarnya merupakan hal yang wajar hingga usianya menginjak tiga bulan.
Akan tetapi, kerewelan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, ya, supaya si Kecil bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Selain itu, bolak-balik mengurus bayi yang rewel di malam hari  pasti akan mengganggu waktu tidur Ayah dan Ibu.
Maka itu, yuk kita sama-sama mengetahui penyebab dan bagaimana cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari!

Penyebab Bayi Rewel di Malam Hari
Bayi yang rewel di malam hari bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya, karena kedinginan, kepanasan atau gerah, kesepian, atau mungkin juga karena lapar ingin menyusu.

Bayi Lapar
Penyebab bayi rewel di malam hari yang paling umum adalah karena lapar. Biasanya, rewel karena lapar juga dibarengi dengan gerak-gerik si Kecil yang mengepalkan tangannya dan menjilati bibirnya. 
Bayi yang kelaparan sebelum tidur juga terlihat suka memiringkan kepalanya seolah mencari payudara Ibu
Rewel karena lapar normal terjadi karena si Kecil sedang mengalami lonjakan pertumbuhan alias growth spurt, sehingga ia ingin lebih banyak menyusu. 

Bayi Merasa Lelah
Bayi bisa rewel jika merasa kelelahan, Bu. Misalnya, karena terlalu lama bermain di siang hari itu, habis bertemu dengan banyak orang, atau baru pulang dari jalan-jalan seharian.
Kemungkinan si Kecil akan merasa tidak nyaman karena kecapekan sehingga sulit untuk tidur.

Mendapat Stimulasi Berlebih
Tak hanya kelelahan, penyebab bayi rewel di malam hari juga bisa karena si Kecil yang mendapatkan stimulasi berlebih selama seharian penuh.
Stimulasi berlebih bisa dialami bayi saat ia dikelilingi oleh terlalu banyak orang yang ingin bermain dengannya, seperti misalnya pada acara keluarga. 
Selain itu, bayi juga bisa mengalami overstimulasi dari lingkungan di sekitarnya, seperti cahaya yang terlalu terang di kamar, atau suara televisi yang terlalu keras.

Popok Basah Belum Diganti
Jika sudah disusui tapi bayi menangis terus menjelang waktu tidurnya, bisa jadi ia merasa tidak nyaman karena popoknya belum diganti setelah seharian.
Oleh sebab itu, baiknya selalu ganti popoknya dengan yang baru sebelum menidurkan si Kecil, ya, Bu. Dengan begitu, ia akan merasa nyaman untuk pergi tidur dan kulitnya pun tidak rentan teriritasi.

Bayi Kolik
Tahukah Ibu? Rewel di malam hari adalah salah satu ciri-ciri kolik pada bayi.
Tanda bayi mengalami kolik adalah tangisannya begitu kencang, sangat sulit untuk ditenangkan, wajahnya memerah, dan ia terlihat menarik kaki, mengencangkan lengan, melengkungkan punggung, atau mengepalkan tinju. Bahkan, si Kecil bisa menangis terus-menerus hingga selama tiga jam, lho.
Kolik pada bayi dapat terjadi karena adanya gangguan pada saluran cerna, seperti adanya alergi atau intoleransi terhadap air susu ibu, penumpukan gas di perut, sembelit, atau refluks bayi.
Namun, Ibu tak perlu khawatir. Ketika bayi berusia 3 bulan sampai 4 bulan, kemungkinan terjadinya kolik semakin berkurang bahkan menghilang total.

Bayi Sedang Sakit
Bagi bayi baru lahir, menangis adalah satu-satunya bentuk komunikasi ia dengan Ibu. Begitu pula saat ia sakit, si Kecil akan mengungkapkannya dengan cara menangis. Adapun beberapa penyakit yang umum dialami bayi di antaranya batuk, pilek, diare, hingga infeksi telinga.


Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari
Setelah mengetahui penyebabnya, sekarang saatnya Ibu mencari tahu cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari agar Ibu tidak lagi panik saat harus mengalaminya. Bagaimana caranya?

Menggendong Bayi
Rasa aman si Kecil sangat bergantung kepada ibunya. Cara ini dapat menenangkan bayi yang rewel di malam hari. Terlebih sentuhan secara fisik dapat memberi stimulus yang bagi tumbuh kembang si Kecil, Bu. 
Saat menggendong bayi, cobalah Ibu sambil mengayun-ayunkan tubuhnya dengan gerakan ritmik terus-menerus, atau meletakkan si Kecil pada ayunan khusus. Cara ini juga bisa membantu menenangkan bayi.  Namun hati-hati, jangan menggoyang tubuh bayi terlalu keras ya, Bu.
Selain itu, ibu juga dapat memeluk bayinya sambil menyanyikan lagu pengantar tidur untuk membantunya lebih cepat tenang.

Timang Bayi di Baby Bouncer
Ayunan baby bouncer dipercaya dapat membantu menenangkan bayi dan membuatnya lebih mudah tertidur.
Namun, Ibu tetap perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang bisa timbul saat menggunakan baby bouncer, salah satunya adalah risiko cedera saat bayi terjatuh dari baby bouncer.
Bayi bisa terjatuh dari baby bouncer jika getaran pada alat ini terlalu kencang, menyebabkan bayi bergeser dari posisinya, dan kemudian terjatuh. 
Bahkan, beberapa penelitian melaporkan bahwa penggunaan baby bouncer, bersama peralatan bayi lainnya seperti baby walker, yakni merupakan penyebab cedera kepala terbanyak pada bayi.
Jadi jika ingin menggunakan baby bouncer untuk menenangkan si Kecil, pastikan Ibu dan Ayah selalu siap siaga mengawasinya, ya!

Membedong Bayi
Salah satu cara menenangkan bayi rewel di malam hari yang tak kalah penting adalah membedong bayi. 
Membedong bayi dapat memberi perlindungan dari dingin, dan membuat tubuh si Kecil hangat. Kondisi ini juga mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim Ibu. Kondisi nyaman inilah yang membuat ia merasa tenang dan dapat tidur lebih nyenyak.
Selain itu, membedong bayi juga memberi efek menenangkan pada bayi. Jika dibandingkan dengan memijat bayi, membedong terbukti secara signifikan mengurangi tangisan bayi, lho.
Akan tetapi, hati-hati jangan sampai membedong bayi terlalu kencang ya, Bu. Jika si Kecil tampak rewel dan menggeliat di dalam bedong, segera buka bedongnya, karena mungkin saja ia merasa kepanasan dan sesak.

Mengurangi Stimulasi
Cara mengatasi bayi rewel di malam hari berikutnya adalah dengan mengurangi stimulasi. Ibu bisa membawa si Kecil ke ruangan yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan suara. Selanjutnya, coba redupkan lampu sambil menggendong bayi dan menepuk-nepuk tubuhnya dengan lembut.

Peluk dan Dekap Bayi
Memberikan sentuhan lembut juga bisa membuat bayi rileks, sekaligus meningkatkan bonding antara anak dan Ibu. 
Caranya, Ibu bisa memberikan pijatan lembut menggunakan minyak telon atau baby oil. Selain itu, Ibu bisa memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku, mengusap punggungnya dengan lembut, atau memeluknya agar ia merasa lebih tenang.

Lakukan Gerakan Ritmik
Ibu bisa mengajaknya melakukan gerakan ritmik sebagai cara menenangkan bayi rewel di malam hari. Misalnya, berjalan-jalan di dalam rumah seperti pergi dari ruangan satu ke ruangan yang lain. 
Ibu juga bisa membawa bayi berjalan-jalan di dalam atau luar rumah menggunakan stroller. Stroller juga dapat memberikan si Kecil ketenangan dengan gerakan maju atau mundur.
Bila perlu, Ibu juga dapat mengajak bayi naik mobil keliling komplek perumahan. 

Kapan Harus ke Dokter?
Nah, Bu, sekarang sudah tahu, ‘kan, cara menenangkan bayi yang rewel di malam hari dengan tepat? Semoga informasi ini dapat membantu, ya!

Namun, jika Ibu dan Ayah sudah melakukan berbagai cara mengatasi bayi rewel di malam hari di atas, tetapi tetap tidak ada perubahan pada si Kecil, atau kerewelan bayi tampak tidak wajar, tak ada salahnya untuk segera membawanya ke dokter.

Kembali ke blog