Ortu Waspada: 10 Gejala Diabetes pada Anak yang Sering Tak Disadari
16 October 2026
Share
Diabetes pada anak sering kali muncul tanpa gejala yang mencolok. Banyak orang tua menganggap keluhan sehari-hari seperti sering haus atau mudah lelah sebagai hal biasa, padahal bisa jadi itu tanda awal diabetes tipe 1.
Menurut International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes (ISPAD) , diabetes tipe 1 masih menjadi jenis yang paling banyak dialami anak dan remaja. Kondisi ini dapat berkembang cepat, bahkan hanya dalam hitungan hari atau minggu. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala sejak dini agar penanganan medis bisa segera dilakukan.
Gejala Diabetes pada Anak yang Perlu Diperhatikan
1.Sering merasa haus
Kadar gula darah tinggi membuat tubuh berusaha membuang kelebihan gula lewat urine. Akibatnya, anak mudah kehilangan cairan dan terus-menerus merasa haus.
2.Buang air kecil lebih sering
Frekuensi ke toilet meningkat, popok cepat penuh, atau anak sering terbangun malam untuk buang air kecil bisa menjadi tanda klasik diabetes.
3.Kembali mengompol
Anak yang sebelumnya sudah tidak mengompol bisa kembali melakukannya karena sering buang air kecil, terutama saat tidur malam.
4.Nafsu makan meningkat
Tubuh anak tidak mampu menggunakan gula darah sebagai energi, sehingga ia tampak lebih sering lapar dan makan lebih banyak dari biasanya.
5.Berat badan turun tanpa sebab jelas
Meski makan banyak, berat badan anak justru menurun. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memanfaatkan glukosa dengan baik.
6.Mudah lelah atau tampak lemas
Anak yang biasanya aktif bisa tiba-tiba terlihat lesu, kurang bertenaga, dan cepat lelah meski sudah makan cukup.
7.Penglihatan kabur
Kadar gula darah tinggi dapat memengaruhi cairan di mata, membuat anak mengeluh penglihatan buram atau sulit fokus.
8.Perubahan perilaku
Anak bisa menjadi lebih mudah marah, cepat tersinggung, atau mengalami perubahan suasana hati yang tidak biasa.
9.Luka sulit sembuh
Luka kecil yang biasanya cepat kering bisa menjadi lebih lama sembuh, bahkan mudah terinfeksi.
10.Gejala serius: napas berbau buah, mual, muntah, atau nyeri perut
Ini merupakan tanda ketoasidosis diabetik (DKA), kondisi darurat yang bisa terjadi saat diabetes tidak terdeteksi. Anak bisa tampak sangat lemah, dehidrasi, hingga mengalami napas berbau buah. Jika gejala ini muncul, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan.
🩺 Pentingnya Deteksi Dini
Semakin cepat diabetes dikenali, semakin baik pula penanganannya. Pemeriksaan gula darah sederhana dapat membantu memastikan apakah gejala yang muncul berkaitan dengan diabetes atau kondisi lain.
Orang tua perlu peka terhadap perubahan kecil pada anak, karena langkah cepat bisa mencegah komplikasi yang lebih serius.
✨ Kesimpulan: Jangan anggap remeh keluhan sehari-hari pada anak. Jika ia sering haus, sering buang air kecil, atau tampak lemas tanpa sebab, segera lakukan pemeriksaan. Deteksi dini adalah kunci agar anak tetap sehat dan tumbuh optimal.
Source : CNN, Indonesia
